JARINGAN (NETWORKING)

21.58

Jaringan adalah suatu sistem dimana satu fisi (komputer) dengan fisi (komputer) lain dapat berkomunikasi dan dapat berbagi sumber daya.

Beberapa manfaat dari jaringan adalah sebagai berikut:

  1. Dapat berkomunikasi dengan yang lainnya.
  2. Untuk berbagi data, seperti:

- informasi,

- printer,

- CD drive,

- Flash disc,

- Dll.

  1. Meringankan dana (biaya).

Berikut beberapa macam (type) jaringan berdasarkan area (wilayah):

  1. LAN (Local Area Network)

Adalah jaringan yang berbasis area (lokal).

  1. MAN (Metropolitan Area Network)

Adalah jaringan yang terbentuk dari beberapa LAN (Local Area Network)

  1. WAN (Wide Area Network)

Adalah jaringan yang tergabung dari beberapa LAN (Local Area Network) dan MAN (Metropolitan Area Network)

  1. Internet

Adalah Jaringan dari semua komputer yang ada didunia.

Topologi Jaringan

Topologi adalah sebuah model perencanaan dalam pembuatan sebuah jaringan. Topologi jaringan terbagi pada beberapa macam, seperti:

  1. Topoligi BUS

Adalah topologi yang menggunakan kabel BUS sebagai transmisi data.

  1. Topologi Ring

Adalah topologi yang membentuk ring (cincin).

  1. Topologi Star

Adalah topologi yang membentuk bintang.

Cabling

Ada dua macam kabel yang sering digunakan dalam membuat suatu jaringan, seperti berikut:

  1. Coaxial, adalah sebuah kabel yang biasa atau sering digunakan pada topologi BUS.
  2. UTP (Unshielded Twisted Pair). Pada kabel UTP ada delapan jenis warna, sebagai berikut:

- Putih-orange,

- Orange,

- Putih-hijau,

- Biru,

- Putih-biru,

- Hijau,

- Putih-cokelat,

- Cokelat.

Dalam merancang jaringan pada kabel UTP ada dua cara, yaitu sebagai berikut:

1. Straigt, adalah combinasi warna antara ujung 1 dan 2 harus sama (sesuai). Straight dipakai ketika;

- Connecting to switch,

- Connecting between switch.

2. Cross, adalah combinasi yang menggunakan sombinnasi silang antara ujung 1 dan ujung 2, seperti rumus sebagai berikut:

- Ujung 1 (warna NO 1) ke ujung 2 (warna NO 3)

- Ujung 1 (warna No 2) ke ujung 2 (warna NO 6)

Cross digunakan ketika:

- Using HUB to HUB

- Using PC to PC.

HARDWARE

Hardware yang digunakan dalam membuat sebuah jaringan adalah sebagai berikut:

  1. Switch/HUB,
  2. NIC,
  3. Connector RJ 45,
  4. Barrel,
  5. Crimtool.

Sumber :
http://waahenglishdepartment.wordpress.com/2008/04/10/jaringan-networking/
Read On 0 komentar
Read On 0 komentar

Si Doel, Wabup Tangerang

06.08

Aktor terkenal, pemeran utama sinetron Si Doel Anak Sekolahan ini dipilih rakyat menjabat Wakil Bupati Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten periode 2008-2013. Pria kelahiran 8 Oktober 1960 ini akrab dipanggil Bang Doel (Si Doel). Sebagai seorang pejabat, dia kini lebih memikirkan kepentingan rakyatnya dan memvakumkan keartisan.

Rano Karno terlihat berupaya fokus dalam menjalankan tugasnya. Sebagai Wakil Bupati, dia lebih banyak memikirkan hal-hal yang menyangkut kesejahteraan warganya. Menurutnya, Tangerang sebagai kota industri juga menjadi sasaran pendatang dari berbagai daerah sehingga perlu mendapat perhatian khusus. Dia pun menghentikan sementara semua kegiatan keartisannya.

Namanya melejit setelah menyutradarai sekaligus membintangi sinetron Si Doel Anak Sekolahan. Senetron dengan soundtrack "Anak betawi ketinggalan zaman, katenye" (Judul Si Doel Anak Betawi), itu sangat menarik perhatian pemirsa televisi kala itu. Sinetron cukup kuat mengangkat citra betawi yang selama ini tertinggal.

Sebelum sinetron Si Doel Anak Sekolahan, Rano Karno sempat membintangi film Si Doel Anak Betawi (1972) karya Sjumandjaja yang diangkat dari cerita aman Datoek Madjoindo. Film ini pula sebagai awal kesuksesan Rano di dunia perfilman.

Selama 37 tahun bergelut dalam dunia keartisan, Rano telah meraih berbagai penghargaan. Antara lain: Pemain Anak Terbaik FFI 1974 (Surabaya) dalam Film "Rio Anakku; Pemain Anak Terbaik Asia Pasisfik FFA 1974 (Taiwan) dalam Film "Dimana Kau Ibu; Pemain Terbaik FFI 1980 (Jakarta) dalam Film Taksi. Juga Pengahragaan TV sebagai Tokoh Televisi 1995; Sutradara Terbaik; Pemain Terbaik; Sinetron Terbaik "Si Doel Anak Sekolahan


Suami dari Dewi Indriati dan ayah dari Raka Widyarma dan Deanti Rakasiwi, ini juga pernah menjabat Anggota MPR Periode 1997-2002 dan dipercaya menjadi Duta Besar UNICEF untuk Indonesia Tahun 2002.

 

Sebagai produser film melalui Karnos Film, Rano Karno selain memproduksi Si Doel Anak Sekolahan juga memproduksi sinetron Kembang Ilalang dan Usaha Gawat Darurat. Sebelumnya, ia juga bernyanyi. Lagunya yang cukup terkenal pada era 1980-an adalah Kau yang Kusayang dan Bukalah Kacamatamu.

 Keartisannya menitis dari ayahnya Soekarno M. Noer, seorang aktor kawakan. Dua saudaranya juga menjadi artis yakni Tino Karno dan Suti Karno.


Sejak berusia sembilan tahun, Rano sudah diikutkan ayahnya membintangi film Lewat Tengah Malam, memerankan tokoh anak. Lalu Sjuman Djaja melejitkan namanya denga memberinya kepercayaan sebagai bintang utama

film Si Doel Anak Betawi (1972).Menyusul, ia membintangi film Rio Anakku (1973). Melalui fil ini, Rano memperoleh penghargaan Aktor Harapan I PWI Jaya (1974). Dalam Festifal Film Asia 1974 di Taipei, Taiwan, ia meraih hadiah The Best Child Actor.


 Kemudian, Rano membintangi film dalam peranan dewasa lewat film Wajah Tiga Perempuan (1976), Suci Sang Primadona (1977), Gita Cinta dari SMA (1979).

Selain punya bakat berakting, Rano Rano pun belajar akting di East West Player, Amerika Serikat.

Sebelum terpilih menjadi Wakil Bupati Tangerang mendampingi Bupati Ismet Iskandar pada Pilkada Tangerang 2008, Rano pernah diwacanakan menjadi Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta pada awal tahun 2007. Namun tiba-tiba ia dan keluarga Si Doel muncul di iklan yang mendukung Fauzi Bowo.
Read On 0 komentar

"Si Doel Anak Modern" at the Movie

05.39

Ketika lulus sekolah, Si Doel hanya bisa menganggur di kampung. Usaha perjodohan yang dilakukan ibunyapun selalu ditolak. Ia sangat mencintai Nonon alias Kristin (Christine Hakim), teman sekolahnya di kota, yang sudah menjadi peragawati.

Pada akhirnya Doel bisa merayu ibunya agar menjual tanah untuk usaha di kota. Pertama-tama ia ikut usaha jual beli mobil bersama kawannya, Sapii (Farouk Afero). Kemudian datang kawan lama lain, Sinyo (Wahab Abdi), yang punya banyak istri, dan juga sedang mendapatkan obyek besar, yaitu jual beli tanah, akan tetapi ingin menggunakan uang si Doel. Akhirnya oleh Doel usaha mereka ini diberi syarat yaitu dengan mempertemukan Doel dengan Kristin.

Mereka tak menyangka Doel bersungguh-sungguh, karena pada awalnya mereka hanya mempermainkan Doel dengan mengajarinya menjadi modern dan Doel hanya menurut saja. Ketika melihat pacar Kristin, Achmad (Ahmad Albar), yang berambut kribo, Doel pun turut ikutan. Akan tetapi Kristin lebih suka dengan Doel yang lucu dan selalu bisa menghiburnya saat dia kesal dengan Achmad, pemusik rock yang playboy, hingga hubungan mereka berdua selalu putus-sambung.

Saat putus Doel diajak Kristin ke Bandung. Karena hal ini Doel merasa mendapat angin. Sapii dan Sinyo yang harus membayar uang muka pembelian tanah jadi bingung akibat ulah si Doel. Achmad juga bingung karena Kristin bersama si Doel. Ia dan anak buahnya lalu berangkat ke Bandung, begitu juga dengan Sapii dan Sinyo. Saat di bandung, Doel dikerubuti oleh anak buah Achmad. Kristin merelai dan akhirnya kembali ke Achmad yang mengajaknya menikah.

Di lain pihak, Doel diseret Sapii-Sinyo untuk menyelesaikan pembayaran tanah. Ternyata Achmad digosipkan majalah akan kawin dengan gadis lain. Kristin sangat marah akan hal tersebut. Doel yang dengan usaha bersama kedua temannya merasa sudah merasa sukses, mendatangi rumah Kristin dengan arak-arakan. Kristin kaget melihat kenaifan Doel yang menganggap dirinya hanya silau oleh harta. Doel juga kaget karena ternyata ia salah menduga apa yang diinginkan oleh kristin dan maulu karenanya.

Akhirnya Doel melarikan diri dengan mengendarai mobil samapai akhirnya mobil itu masuk ke jurang dan Doel dirawat di rumah sakit. Kepada ibunya Doel mengatakan bahwa ia kapok menjadi modern, tapi kata-kata itu ditarik kembali saat melihat Kristin datang. Sjuman memang berniat untuk mengejek sikap modern yang dilukiskannya dengan negatif: merebut istri orang, memperisteri gadis kawan anaknya dan sebagainya. Bahkan judul si Doel anak modern juga sempat dicoret dan diganti Si Doel sok modern.

Read On 0 komentar

biografy of Sukarno M. Noor as author of "Si Doel"

22.25

Siapa tak kenal Rano Karno? Lewat Karno’s Film, peninggalan ayahnya, ia memproduksi Si Doel Anak Sekolahan yang fenomenal. Bersama saudara-saudaranya, Rubi, Tino, Santi, Suti dan Nurli Karno, mereka bahu membahu mewujudkan obsesi sang ayah, Soekarno M. Noor.

Ano, panggilan akrab Sukarno M. Noor, adalah aktor kawakan yang berdedikasi tinggi pada seni akting. Selama lebih dari 30 tahun, Ia mengalami pasang surut dunia perfilman Indonesia.

Semasa hidup, sebelum ia wafat karena penyakit kanker hati pada 26 Juli 1986, berkali-kali ia mendapat penghargaan di bidang perfilman. Salah satunya, hadiah Surjo Sumanto, hadiah dewan film nasional yang bergengsi di dunia film dan hanya bisa diraih sekali seumur hidup.

Ano lahir 13 September 1931 di Jakarta, sebagai anak pertama dari dua bersaudara yang semuanya pria. Masa kecil Ano tidaklah mulus. Ano pernah hidup dari berjualan sabun, cabai, dan air teh. Ayah Ano, Mohammad Noor, adalah seorang wartawan. Ketika Ano berusia tiga tahun, sang ayah meninggalkan Ano dan keluarga untuk selamanya. Sehingga, sekitar tahun 1934 Ibu Ano, Djanimah, membawa Ano beserta adiknya, Ismed M. Noor, mudik ke Bonjol Sumatera Barat.

Sebagai anak tertua, tentu saja Ano berkewajiban menjadi tulang punggung keluarga. Karena itu, sejak kecil ia sudah terbiasa membantu ibunya mencari nafkah. Ia harus berjalan kaki pulang pergi Bonjol-Lubuksikaping yang berjarak sekitar 42 kilometer setiap hari untuk berjualan sabun dan cabai rawit. Darah dagangnya rupanya cukup kuat, Ano pun pernah berjualan air teh di Stasiun Kereta Tebing Tinggi, Sumatera Utara.

Bersama adik dan ibunya, Ano kemudian hijrah ke Medan. Ketika Ano menempuh SMA di Medan, bakatnya bermain sandiwara mulai muncul. Dia mulai menerjunkan diri ke dunia pentas. Jiwa senimannya yang sangat besar itu kemudian mendorongnya untuk kembali ke kota kelahirannya tercinta, Jakarta. Walau ayah ibunya berasal dari Bonjol, Sumatera Barat, Ano selalu mengaku orang Betawi asli.

”Ya, bagaimana saya mau mengatakan saya orang Sumatera, kalau saya lahir dan besar disini (Jakarta)?” tuturnya pada Majalah Flamboyan tahun 1973.

Setelah lulus SMA, sekitar 1950-1953, merupakan masa perjuangan terberat Ano. Walaupun ia sudah bekerja di kantor pos, Hampir setiap hari Ano mengunjungi studio-studio film. Misalnya saja, Persari, Perfini, Tang & Wong Bros, Bintang Surabaya, dan Golden Arrow didatanginya agar ia bisa menjadi pemain film.

Ano menapaki karier dunia hiburan tahun 1953. Ia harus rela kehilangan pekerjaannya di Kantor Pos demi menjadi pemain sandiwara dan hiburan. Ano ingin membuktikan bahwa ia bukanlah orang yang mencari popularitas melalui keindahan fisik semata. Tak heran , Ia dijuluki ”Bad Boy of The Screen.”

Akhirnya, Ano berhasil di dunia perfilman nasional. Jejak Ano di dunia perfilman pun diikuti oleh anak-anak dia, Rano Karno, Suti Karno, dan Tino Karno.
Read On 0 komentar

Si doel anak Betawi (a.k.a sekolahan) as the legend of sinema

21.56

Kisah si Doel Anak Sekolahan merupakan sebuah cerita fenomenal. Maklum kesederhanaan tokoh dan ceritanya sanggup membuat hati pemirsanya tak sanggup untuk melewatkan satu episode pun. Kisah yang diawali dengan hadirnya sebuah keluarga Betawi asli ini pun bergulir. Tokoh Si doel awalnya menjadi sentral dalam sinetron hasil garapan Karnos Film ini.

Si Doel yang merupakan anak pertama dari keluarga Sabeni menuntut ilmu di sebuah universitas. Jurusan teknik mesin menjadi pilihan Doel karena dilatar belakangi oleh kehidupan Si Doel yang ditopang dari hasil tarikan oplet babehnya yang hanya sekedar supir oplet. Sementara Mpok Amineh, Ibu Si doel, ikut membantu ekonomi keluarga dengan membuka warung kecil-kecilan. Atun, Adik Doel, hanyalah seorang lulusan sekolah rendahan.

Hal tersebut tentunya bukan tanpa alasan, Babeh Doel ingin agar salah satu dari anaknya menjadi "orang" dan karenanya Atun pun kemudian tidak lagi melanjutkan sekolahnya. Disamping itu Atun pun sebenarnya sosok adik yang tahu diri. Walaupun dia tidak lagi dibiayai sekolah (karena babeh Doel tak mampu untuk menyekolahkan dua anaknya sekaligus) tapi dia masih mau membantu ibunya untuk menjaga warung.

Mandra sosok adik Mpok Amineh menumpang hidup dikeluarga Doel. Pemuda pengangguran ini awalnya hidup bersama ayah Mpok Amineh. Namun belakangan terjadi keributan kecil yang membuat Mandra akhirnya memutuskan tinggal bersama keluarga Sabeni. Awalnya Sabeni keberatan, namun karena Mandra adik dari istrinya, Mandra pun diperbolehkan tinggal bersama mereka.

Kisah cinta Si Doel pun banyak dikupas. Dua orang wanita dalam hidup Doel membuatnya pusing. Sarah dan Zaenab merupakan dua sosok wanita dalam kehidupan Doel. Awalnya Sarah hanyalah sosok mahasiswa perguruan tinggi luar negeri hanya ingin tahu serta meneliti kebudayaan masyarakat Betawi. Dan pilihan pun jatuh pada keluarga Doel. Awal yang biasa akhirnya membuat Doel dan Sarah pun menjadi lebih dekat.

Sementara itu Zaenab merupakan sosok wanita asli Betawi yang sejak kecil sudah dijodohkan dengan Doel. Doel jelas tak setuju dengan perjodohan itu. Namun demikian Zaenab di mata Doel hanyalah sosok wanita yang bisa ia jadikan adik. Padahal Zaenab sendiri sebenarnya jatuh hati pada si Doel. Namun layaknya orang wanita timur, Zaenab sulit untuk mengungkapkan rasa cintanya. Terlebih pas dia tahu bahwa sudah ada Sarah di hati Doel.

Kisah demi kisah yang terjadi dalam keluarga Doel mengalir seperti air. Bagi pemirsa setianya, kehadiran Si Doel anak sekolahan merupakan waktu yang tepat untuk berkumpul bersama keluarga. Permasalahan-demi permasalahan hadir dengan susunan yang apik. Pemirsa setia Si Doel seolah merasa tak pernah bosan karena cerita yang dihadirkan setiap minggunya.

Read On 2 komentar

My Blog List

Followers